New Normal, Wisata Kabupaten Pasuruan Rencananya Dibuka

Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menegaskan, bahwa Pemkab Pasuruan berencana membuka objek wisata di Kabupaten Pasuruan.

Tujuannya, di antaranya untuk menggerakkan sektor ekonomi masyarakat yang kian merosot di tengah pandemi korona.

Irsyad menyampaikan, sektor wisata merupakan penopang ekonomi bagi masyarakat. Banyak warga yang menggantungkan ekonomi kehidupannya dari geliat sektor wisata.

“Karena itu, masa new normal ini kami mulai mengkaji seluruh sektor yang bisa menggerakkan ekonomi. Termasuk membuka kembali sektor wisata. Kami tengah evaluasi dan lakukan persiapannya,” sampainya sebagaimana dikutip dari radar bromo online.

Tentu saja, menurut Irsyad, pihaknya tidak bisa serta merta membuka tempat wisata. Pelaku wisata dan semua yang terlibat dalam kegiatan jasa wisata, harus benar-benar menyiapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya menggunakan masker di tempat-tempat wisata, tetapi juga sarana penunjang lain. Seperti penggunaan thermo gun, bilik disinfektan, dan berbagai sarana lainnya di tempat-tempat wisata.

“Memulai kenormalan baru harus benar-benar disiapkan dengan baik. Kami akan berkomunikasi dengan pelaku sektor wisata untuk kesiapannya,” ujarnya.

Sementara itu, Disparbud Kabupaten Pasuruan mulai menggodok persiapan new normal di lokasi wisata. Nantinya akan ada protokol untuk pembukaan hotel, restoran, termasuk lokasi wisata.

Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, per awal Juni ini, Disparbud mulai menggodok rencana new normal untuk membuka lokasi wisata di Kabupaten Pasuruan. Kendati belum ditentukan kapan akan dibuka, namun akan disiapkan protokol yang harus dipenuhi oleh manajemen atau pengelola jasa wisata.

“Untuk persiapan new normal ini, tidak hanya protokol untuk hotel dan restoran. Termasuk tempat wisata juga ada juknis yang harus dipatuhi saat mulai membuka tempat wisata,” terangnya.

Sementara ini, menurut Gunawan, yang siap buka restoran dan hotel. Sedangkan tempat wisata masih ada dirembukkan dengan pengelola wisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *