Corona Pesan Tuhan

Saya sempat melakukan riset sederhana untuk mengetahui bagaimana COVID-19 ini mudah menular kepada manusia. Bagaimanapun Virus itu makhluk hidup. Tentu dia punya ekosistem sendiri untuk bisa bertahan hidup. Apa yang membuat dia mudah menular? ternyata terletak pada protein di permukaan virus.

Protein ini bentuknya ‘runcing’ yang dengan mudah nyantol di membran sel inangnya. Gimana dia bisa nyangkut ? Itu karena di inang tempat cantolannya ada enzim Furin. Nah enzim ini hanya ada di Paru paru, lever dan usus kecil pada manusia. Lain tempat engga ada.

Kalau kita baca hasil penelitian yang banyak dilakukan oleh lembaga riset, seperti oleh Harvard Medical School, bahwa gangguan kecemasan berisiko besar untuk alami sejumlah kondisi medis kronis. Juga US National Institutes of Health’s National Library of Medicine, mengungkapkan bahwa emosi bisa memengaruhi kesehatan tubuh, khususnya sistem saraf tepi bagian viseral. Juga peneliti dari Finlandia bahwa organ tubuh dapat dipengaruhi oleh emosi sukacita, kemarahan, kesedihan, ketakutan dan pensiveness.

Nah penyakit paru paru itu dipengaruhi adanya kesedihan dan kecemasan yang berlebihan. Seorang yang tak bisa menerima kenyataan atas kehilangan sesuatu, merasa direndahkan, tidak dihormati, cenderung dirudung kesedihan yang tak bertepi. Biasanya setelah itu akan diikuti oleh rasa tidak aman (insecure). Timbulah rasa kawatir berlebihan. Kecemasan yang kadang tidak masuk akal. Tetapi karena dia sangat sensitif, kecemasan yang dirasakannya kadang berlebihan. Orang yang mudah sedih dan cemas, rentan sekali terkena penyakit paru paru.

Penyakit Lever, dampak dari sifat membenci dan sangat mudah marah. Dia terlalu baper terhadap apapun persoalan. Kadang hal yang sifatnya humor atau satire bisa disikapinya berlebihan dengan marah. Karena dasarnya benci maka apapun disikapinya salah, dan cenderung emosian. Sulit sekali berpikir positip. Dan tidak mudah untuk memaafkan. Dampak sifat pembenci dapat mengakibatkan hipertensi dan pada giliranya mempengaruhi asam lambung dan jatung.

Usus kecil, itu karena orang terlalu memaksakan apapun sesuai maunya. Dia terlalu keras terhadap dirinya agar semua bisa berjalan seperti dia mau. Tida bisa berdamai dengan kenyataan. Padahal kehidupan bukan memaksakan seperti kita mau tetapi melewatinya dengan rendah hati. Kalau enga, maka bisa menyebabkan ketidakharmonisan dan ketidak stabilian mental. Sulit konsentrasi dan gampang melankolis.

Apa artinya? Corona hadir seakan utusan Tuhan yang mendidik kita untuk ikhlas. Mengapa? Kalau kita ikhlas maka tidak ada kesedihan dan kekawatiran. Apa yang terjadi, terjadilah, sehingga paru paru kita aman. Tidak perlu ada kebencian dan harus marah. Sehingga lever kita aman. Dan terakhir engga perlu harus ngotot segala sesuatu seperti kita mau. Lalui hidup dengan kerja keras namun tetap relax, apa adanya. Kalau bersua sesuai dengan harapan, ya sukuri, kalau engga, ya bersabar.

Kalau tiga penyakit itu kita aman maka sistem antibodi kita pada paru paru, lever dan usus bisa melawan Corona. Kalaupun kita terjangkit, dalam status orang tanpa gejala (OTG). Berlalunya waktu atau hitungan hari, kita akan sembuh sendiri dan imune terhadap COVID-19. Tapi kita punya riwayat peyakit salah satu atau ketiganya maka COVID-19 memang bisa berdampak fatal.

Benarlah bahwa kekuatan ikhlas itu maha dahsat. Bukan hanya membuat organ kita aman tetapi juga hidup kita jadi happy. Tetapi memang di era modern dan kapitalis, sifat ikhlas itu engga mudah, dan karenanya pesan corona menjadi menakutkan. (Eri Jelly Bandaro).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *