2.556 Pekerja Wisata Kabupaten Pasuruan Diusulkan Dapat Bantuan

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan mencatat, sebanyak 2.556 pekerja dirumahkan sampai Kamis (7/5). Kemungkinan pekerja wisata yang dirumahkan akan terus bertambah.

Sekretaris Disparbud Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, sektor pariwisata memang terdampak, sejak awal pandemi Covid-19 terjadi. Tempat wisata mayoritas tutup dan tidak beroperasi. Lalu, pekerja hotel, vila, sampai travel dan pemandu wisata satu persatu juga dirumahkan.

“Pertengahan April lalu masih 1.821 yang terdampak. Saat ini sudah bertambah menjadi 2.556 pekerja pariwisata yang dirumahkan,” terangnya seperti dilansir dari radar bromo online.

Bertambahnya jumlah pekerja yang dirumahkan ini lantaran kegiatan bisnis di sektor pariwisata makin lesu. Tempat wisata sudah tutup semua sejak pertengahan Maret. Hanya sebagian kecil karyawan yang masuk untuk perawatan harian.

Kondisi ini berimbas pada sektor hotel dan restoran sebagai satu kesatuan dengan sektor wisata. Di dua sektor ini, pendapatan menurun drastis.

Rafting Kertosari sebagai salah satu unggulan wisata arung jeram di Kabupaten Pasuruan juga terdampak

“Imbasnya, hotel sepi. Restoran yang biasanya dikunjungi pelancong juga ikut menurun. Sehingga, satu persatu berimbas sektor merumahkan karyawannya,” terangnya.

Karyawan yang dirumahkan, mayoritas tidak digaji. Yang tidak dirumahkan masih digaji, namun tidak utuh. Karena itu, Disparbud mengusulkan agar 2.556 pekerja di sektor wisata ini menerima bantuan pemerintah daerah.

“Sudah kami usulkan dan saat ini tahap verifikasi. Pekerja yang terdampak di sektor pariwisata ini nantinya akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah lewat Belanja Tidak Terduga (BTT),” ujarnya. (admin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *