Kampung Buah Tin dan Cerita Kuno

Ini dinamakan buah Tin. Di beberapa literatur menyebutkan ada sekitar 400 spesies di dunia. Buahnya muncul dari pucuk daun. Ada juga dari ketiak dahan, pangkal batang. Pohon ini tidak berbunga, tapi langsung berbuah.

Tanaman yang ada di Kampung Buah Tin, Desa Wisata Kertosari ini menyimpan beragam cerita. Bahkan ada beberapa cerita-cerita yang di kitab suci. Seperti di al Qur’an dan al Kitab. Sebagian orang menyebutnya ‘buah surga’ 😁😅

Konon, di al Kitab diceritakan adanya perjanjian antara pohon Tin ini dengan Lebah Ara. Lebah boleh masuk ke dalam buah Tin itu jika ia menyentuh putik sari dan benang sari yang terletak di buah ini. Kalau ia mengingkari janjinya maka pohon ini akan menjatuhkan buahnya sehingga lebah itu akan mati.

Lain lagi cerita yang datang dari dataran tinggi Gowa dan dataran lain di Sulawesi Selatan, pohon Tin adalah penanda keberadaan titik air, yang biasa disebut karoti.

Kenapa dijadikan penanda? Karena di sekitar pohon ini pasti ada sumber air, karena pohon ini senang tumbuh di dataran yang mudah akses air. Tanaman ini bahkan bisa menyimpan air.

Soal khasiatnya? Tentu menyimpan berjuta manfaat untuk kehidupan. Terlebih bagi kesehatan dan imunitas tubuh. Googling saja, jangan sungkan 😅

Nah, di Desa Wisata Kertosari, Kecamatan Purwosari Buah Surga ini dibudidayakan di Kampung Buah Tin. Selain itu, juga dimanfaatkan sebagai destinasi edukasi wisata dari hulu ke hilir tentang Buah Tin.

Jika penasaran, sila berkunjung ke Desa Wisata Kertosari (DWK). Tentu setelah himbauan untuk ‘tidak keluyuran’ dari Pemerintah telah ditiadakan yaaa 😍

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *