Wak Muqidin, Integrasikan Pendidikan Formal dan Nonformal

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan terus melakukan inovasi dalam upaya mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal. Setelah sukses dengan program wajib belajar Madrasah Diniyah (Madin) bagi peserta didik yang sedang menempuh jenjang pendidikan formal tingkat SD dan SMP. Kini Dispendik melalui Bidang Perguruan Agama (Pergurag) mengembangkan terobosan program Wak Muqidin.

Wak Muqidin yang memiliki akronim Wayahe Kumpul Mbangun TPQ dan Madin merupakan program unggulan di bidang pendidikan non formal dalam merespon visi misi Pemerintah Kabupaten Pasuruan yang sejatinya terlebih dulu dilaksanakan dengan program wajib Madin sejak 2017 lalu.

Program wajib Madin Kabupaten Pasuruan sendiri didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pasuruan nomor 4 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan diperkuat Peraturan Bupati Pasuruan nomor 21 tahun 2016 tentang Wajib Belajar Pendidikan Madrasah Diniyah.

Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf dalam berbagai kesempatan menyampaikan pentingnya wajib Madin dan TPQ bagi pelajar. Menurutnya, para pelajar harus mendapatkan keilmuan umum dan agama secara seimbang. Melalui Madin dan TPQ, pelajar diharapkan memiliki budi pekerti luhur, mendalami agama dengan dan memiliki kepekaan sosial serta kepedulian sosial saat bermasyarakat.

Senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pendidikan H. Iswahyudi menyebut, inovasi Program Wak Muqidin ini juga merupakan bagian dari sistem gerakan pendidikan karakter pada pendidikan nonformal TPQ dan Madin yang mendukung Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kabupaten Pasuruan.

“Harapanya dapat meningkatkan akhlak generasi muda. Yaitu, anak menjadi sopan santun, tawadhu pada orang tua, saling menghormati, rajin sholat, dan semangat dalam belajar,” ujarnya didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pergurag H. Ahmad Yusuf.

Selain itu, Iswahyudi menambahkan, jika sertifikat kelulusan atau Ijazah dari TPQ dan Madin digunakan sebagai syarat untuk melanjutkan pada jenjang Madin berikutnya dan sebagai salah satu syarat penerimaan peserta didik baru di sekolah formal.

Beragam dukungan Pemerintah Kabupaten Pasuruan disiapkan untuk mensukseskan program unggulan Wak Muqidin ini. Seperti, sumber daya keuangan dari APBD yang keperuntukannya untuk bantuan penyelenggaraan, rehabilitasi fisik gedung, operasional pendidikan, bimtek hingga pemberian beasiswa pendidikan S-1 bagi guru TPQ dan Madin.

Kemudian dukungan sumber daya manusia dan sumber daya teknis. Yakni, Sasaran pelaksanaa

program Wak Muqidin ini adalah 1.296 lembaga TPQ dan 1.507 lembaga Madin yang sudah memiliki ijin operasional lembaga dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan. (Admin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *