Melacak Sanad Kampus Multikultural

Pada masa Orde Baru, KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur seringkali dikejar-kejar Intel ABRI dikarenakan melawan tindakan represif Pemerintahan Presiden Soeharto.

Bahkan karena melawan Orba tersebut, beredar tuduhan bahwa Gus Dur adalah pengikut aliran Syiah dalam hal ini adalah Syiah yang menyimpang.

Sehingga, ketika Gus Dur berkunjung ke Pasuruan sekitar tahun 97-an, tidak ada satupun Pondok Pesantren yang bersedia menerima kedatangan Gus Dur tersebut.

Percaya atau tidak, begitulah persaksian Kiai Abdul Hamid Mudjib Hamid al-Ishaqy pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Sedodol Plinggisan Kraton Pasuruan saat menjadi Pembicara Ngaji dan Doa dalam memperingati Haul Gus Dur ke-7 di Bangil Pasuruan (30/12/2016).

Senada dengan itu, hanya Pondok Pesantren Ngalah yang menerima Gus Dur untuk berkunjung. Menurut Dr. H. Saifullah, M.HI., Rektor Universitas Yudharta Pasuruan yang saat itu menjadi Kepala Pondok Pesantren Ngalah, menyebut kunjungan tersebut menjadi pertemuan gagasan antara Gus Dur dan Kiai Sholeh.

Akhirnya, ketika penyelenggaraan Peresmian Universitas Yudharta Pasuruan dan Kolokium Ulama Se-Indonesia (23/5/2005), Gus Dur kembali hadir sebagai pembicara dan mengatakan bahwa model pendidikan di Universitas Yudharta Pasuruan membantu mewujudkan gagasan dan perjuangannya.

“Lebih-lebih ini, multi agama. Sesuatu yang saya perjuangkan seumur hidup. Lha, disini ada Pendeta, Romo, dan lain-lain. Insya Allah semuanya akan berkembang dan memenuhi kriteria paling utama dalam Islam. Khoirunnas Anfauhum Linnas (Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain). Semoga ketemu manfaat itu di sini,” ungkap Gus Dur saat itu.

Artinya, sanad Universitas Yudharta Pasuruan sebagai Kampus Multikultural, tidak bisa dilepaskan dari pertemuan Gagasan dan Perjuangan antara KH. Moh. Sholeh Bahruddin dengan KH. Abdurahman Wahid (Gus Dur).

****

Oleh: Makhfud Syawaludin
Mahasiswa Pascasarjana PAI Mutikultural UYP dan Penyusun Buku Antologi Puisi Pergerakan Surau Kami PMII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *